Beautiful Description of the Prophet (SAW)
The Smells of a New Book
LIST No. 1: FIVE FACTS 'BOUT ME
1. My name is Sam.
2. I am eleven years.
3. I collect stories and fantastic facts.
4. I have leukemia.
5. By the time you read this,
I will probably be dead.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
DAFTAR No. 1:
1. Namaku Sam.
2. Umurku sebelas tahun.
3. Aku suka mengumpulkan cerita
dan fakta-fakta yang fantastis.
4. Aku mengidap leukimia.
5. Saat kalian membaca buku ini,
kemungkinan aku sudah pergi.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Living through the last stage of leukemia, Sam wants to know facts. Facts 'bout UFOs, ghosts, how to feels to kiss a girl. He want to break a world record, watch horror movie, go up the down escalator. And Sam is determined to find answers to all of the question nobody even answers
--- all of them.
Written as a collection of journal entries, lists, question and pictures, Sam's story will make you laugh, it will make you cry and it will show you how one boy finds away to live forever.
How lovely novel this is :")
XO, M
Other People's Love Letters



Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian
Dengan penuh kebencian.
Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan disaat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka padamu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan dibahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke seluruh tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu..., tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, "Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common," harus dimentahkan oleh hati yang berkata, "Jangan hiraukan logikamu."
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena di dalam perasaan yang menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergerumul di dalam dan meletup pelan-pelan...
Aku takut sendirian.
-
*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagas Media, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Dan entah kemana sekarang buku itu, menghilang. Pleaaasseeeee yang ngerasa pinjam balikin dooooooongg :"( huhu
Salah satu favorit gw yah ini, Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian, ditulis oleh abang Dika (yap! Raditya Dika). Gw bengong baca tulisannya,, biasanya dia menulis hal-hal yang absurd, tapi di buku ini.. hm. Haru, lucu, puitis, romantis, bahkan tak terduka, semuanya ada di buku ini. Yang belum baca, buruan cariiii!!
*dan dengan h i l a n g - nya buku ini, sepertinya gw HARUS beli (lagi)* sigh -_-"
xoxo

